Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

Penyihir Dosa Mematikan v1c27

Adjust font size:

Sang Penyihir Dosa Mematikan dari Akademi Sihir
Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Permintaan dari Sang Tuan Putri


 

“…… Pengawal, ya?”
“…… Benar.”

 

Julis menatap Emilia saat mereka melanjutkan percakapan mereka. Masih belum ada tanda-tanda Byrne dkk. di bawah Julis sadar kembali.

 

“Kurasa itu tidak berarti aku harus menjadi————ksatria pribadimu dan mengawalmu. Aku yakin Putri Emilia sudah menjadi ksatria eksklusif yang ditunjuk untuk mengawalnya tempo hari. Itu juga anggota Ksatria Penjaga Kerajaan.”
“Ya…… memang, ada seorang ksatria yang baru saja diangkat tempo hari.”

 

Setiap anggota keluarga kerajaan memiliki ksatria eksklusif mereka sendiri yang dipilih karena kemampuannya.
Dan tempo hari————sebelum dia masuk akademi, mantan ksatria eksklusif Emilia pensiun, dan keluarga kerajaan mengumumkan ksatria eksklusif baru dengan megah.

 

“Dan seperti yang daku katakan di kafetaria, daku hanya siswa lain di sini————jadi engkau tidak perlu terlalu formal tentang itu, oke?
“…… Gitu.”

 

Julis bertanya-tanya mengapa dia dikelilingi oleh orang-orang yang tidak menyukai formalitas.
Di satu sisi, seseorang seperti Byrne mungkin lebih mudah untuk dihadapi.

 

“Jadi, biar aku langsung ke inti————Apa maksudmu sama ‘waktu itu’?”

 

Tidak seperti Mirabelle, Julis, yang sangat mudah beradaptasi, kembali ke nada biasanya dan bertanya.

 

“……Ini belum diumumkan, tapi beberapa hari yang lalu dia melakukan pengkhianatan.”
“Apa?”

 

Seru Julis, suaranya meninggi karena pernyataan mengejutkan Emilia.

 

“H, hei…… Apa maksudnya? Saat bilang pengkhianatan, maksudnya itu————”
“Seperti yang bisa engkau bayangkan, pria yang ditunjuk sebelumnya…… meski ini rahasia, mencoba membunuhku. Aku cukup beruntung untuk lolos, tapi————tapi dia masih dalam pelarian dan belum telah dilacak.”
“……”
“Daku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi …… dan yang memalukan, daku bahkan tidak tahu motifnya. Tapi daku tahu dia berkata, “Semuanya demi kebangkitan Sang Naga Jahat!”.”

Julis dibuat terdiam oleh topik itu.
Semua ksatria yang melayani keluarga kerajaan dipilih karena kesetiaan mereka. Sangat penting bagi negara untuk memilih orang-orang yang dapat dipercaya oleh keluarga kerajaan dengan kesetiaan dan dukungan mereka, dan itu juga sesuatu yang dirindukan oleh orang-orang.

 

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

Jika ternyata itu adalah pemberontakan, itu akan seperti memberitahu orang-orang bahwa mata keluarga kerajaan buta, dan itu akan mematahkan semangat mereka yang ingin menjadi ksatria eksklusif.
……Itulah mengapa mereka belum mengumumkannya. Atau lebih tepatnya, mereka tidak bisa.

 

(Gitu, …… Jadi ini alesannya kenapa ngga ada yang ngawal.)

 

“Ini adalah masalah penting yang hanya diketahui oleh beberapa orang di istana kerajaan, termasuk keluarga kerajaan. Tolong jangan beri tahu siapa pun tentang itu.”
“…… Haah.”

 

Julis menghela nafas panjang.
Ini karena dia tidak berharap diberitahu tentang hal seperti itu.

 

(Biarpun aku rencanain buat hidup kehidupan sekolah yang aman tentram…….) (TLN: WASSALAM kedamaian. AWOKOWKAKWOKAOK)

 

Ini sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik.
Julis telah jatuh ke dalam situasi yang paling buruk.

 

“Biapun, kalo kau berada dalam bahaya kaya gitu, bukannya kau biasanya punya pengawal? Terutama kalo kau seorang putri.”

“Eerm…… Biasanya, daku punya────tapi kami tak bisa mempublikasikan masalah itu. Itu sebabnya daku tidak memiliki pengawal sekarang…….”
“Apa-apaan itu?”

 

Namun, jika kau adalah seorang putri, kau setidaknya harus memiliki pendamping. Kata Julis, tidak percaya pada negara ini.

 

“… Okelah, ayo lanjutin────Jadi, pas kau mintaku buat kawal, apakah kau mintaku untuk lindungi dari pengkhianat itu, Emilia-sama?”
“Daku senang engkau mengerti dengan cepat────Tepatnya, daku ingin engkau melindungiku sampai daku menunjuk seorang ksatria eksklusif.”

 

Saat Emilia memilih seorang ksatria untuk melindunginya, ia tidak akan memilikinya selama ia di sekolah.
Pengkhianat ini adalah orang yang mencoba membunuhnya, jadi ada kemungkinan orang itu akan mencoba menyerangnya lagi————jadi dia ingin aku melindunginya sementara itu….. pikir Julis.

 

“Kalo gitu, kau harusnya minta ke guru. Aku pikir Pak Caesar bakal sempurna buat itu.”
“Guru bisa menjadi tidak fleksibel. Di sisi lain, jika engkau berada di kelas yang sama dengan daku, Engkau akan dapat beradaptasi sampai batas tertentu, punya waktu untuk melindungi dan segera merespons.”

 

Apa yang dikatakan Emilia sangat masuk akal.
Dia selalu dapat mengawasinya, dan juga dapat membantunya segera.

 

At the training ground where the members of the knight order practiced hard.
As an instructor, I was teaching swords to all the Knights.

"Then, the next step is to swing the sword a thousand times. You won't improve just by swinging blindly. You need to imagine the opponent's movement."
""A, thousand times?""
"Kaizer-san. Are you sure you not making a mistake one digit?"
"Oh, right."
"Hoo~..."
"When I and Elsa were in the village, we used to swing 10,000 times a day, but, you guys won't be done until the day changes, will you?
""You misinterpret the word mistake on one digit, are you?""

The standard of my and Elsa's training was probably too high, and most of them couldn't follow even the light menu.

"Come on, you'd better hurry up or it's going to get dark."

I clapped my hands and urged them.
The knights began to swing their swords while screaming.
As the warming up, they were running ten times around the training ground with their armor on, few of them could swing their swords properly.

"Is Knight Commander Elsa doing this training from an early age..."
"I thought she was a genuine genius swordsman.....that's why she's so strong.. we didn't even reach half effort she did."
"Either Kaizer-dono or Knight Commander Elsa is outrageous..."

I saw the helpless knights and mumbled.

"Umm. Looks like our normal isn't everyone's normal.''
"I was surprised when I came to the royal capital, because the training of the Knights, which was known to be tough, was felt only in lukewarm water. The training I had done with chichiue was, to most people, out of the norm."

Elsa murmured next to me.

"I didn't mean to be particularly strict...."
"I think so, too"

The knights couldn't endure the training and exhausted. Then one by one, they fell like a broken doll.
But, one person among them――.

“Julis-sama tidak diragukan lagi salah satu yang terbaik di kelas ini, dia mampu bersaing dengan petualang peringkat-S, Pak Caesar, jadi tidak ada yang lebih cocok untuk ini. Untuk alasan ini, daku dengan rendah hati meminta engkau , Julis-sama.”

 

Julis jelas, di mata Emilia, orang yang paling cocok untuk pekerjaan ini.
Dia memiliki semua keterampilan dan kualifikasi————jadi itu sebabnya dia meminta Julis.

 

Tetapi—-

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

“Maaf, tapi aku harus menolak tawaran itu.”
“Eh?”

 

————Julis menolaknya.
Mungkin ia tidak menyangka akan ditolak, akibatnya, Emilia mengeluarkan suara terkejut.

 

“Kenapa kaget? Ngga mungkin aku bakal nerima, kan?”

 

Julis menyilangkan kakinya di atas tumpukan orang dan menunjukkan pada Emilia sikap yang lebih tidak sopan dari sebelumnya.
Emilia, juga, langsung menyingkirkan keterkejutannya sebelumnya dan kembali ke wajahnya yang tenang. Itulah yang dapat harapkan dari seorang putri.

 

“……Bolehkah daku, bertanya kenapa?”
“Itu alasan yang sederhana banget————ngga ada gunanya buat aku tentang tawaran itu.”

 

Satu-satunya hal yang Emilia katakan sekarang adalah dia menyuruh Julis untuk melindunginya dengan tubuhnya.
Selain itu, pihak lain adalah mantan ksatria pribadi yang kemampuannya telah diakui oleh kerajaan,————dan Julis harus mempertaruhkan dirinya untuk menghadapi orang berbahaya seperti itu.

 

Dalam situasi seperti itu, apa keuntungan yang akan diperoleh Julis dengan menerima tawaran itu?
Kehormatan bisa melindungi sang putri? Loyalitas? Jika demikian, itu adalah kesombongan.
Julis tidak cukup setia pada negara ini sehingga dia dapat dengan mudah menganggukkan kepalanya tanpa membuat proposal apa pun untuk keuntungannya.

 

“Aku ngga begitu suci buat bantu orang secara gratis————Aku bakal bantu siapa pun yang aku bisa sebates jangkauanku, tapi ngga kali ini…… aku malah ngga tahu apa yang bisa aku lakuin. Ngga ada jaminan aku bisa menang dengan lindungin kamu dari musuh yang dianggap kuat, juga aku ngga mau jadi pengawalmu sepanjang waktu.”
“Daku akan memberi hadiah apa pun yang engkau inginkan! Itu sebabnya————”
“Hei hei….. Ngga apa-apa putus asa demi hidup, tapi seorang gadis harusnya ngga ngomongin hal-hal itu dengan entengnya. Juga————Maaf Emilia, tapi dengan semua kekuatan punyaku ini. Yang bisa aku lakuin cuma ngelindungin satu gadis.”
“……”

 

Julis memiliki seorang gadis yang ingin dia lindungi dengan sekuat tenaga.
Dia manis, baik, lugas, selalu ingin membantu orang yang membutuhkan, dianugerahi berkah dari Dewi dan telah menarik banyak perhatian, dan dengan murah hati bersedia untuk selalu ada untuknya————dia adalah gadis seperti itu.

 

“Aku ngga meminta, Emilia buat mati. Bukannya aku ngga suka, cuman aku punya seseorang yang ingin aku lindungin dan tanganku udah penuh berusaha buat lindungin dia. Jadi, ngga mungkin melindungi Emilia dengan meninggalkannya.”

 

Emilia menunduk sedih.

 

(Eee …… jika aku ngomong gitu, mau bagaimana lagi, ya kan.)

 

Sangat mudah untuk menebak siapa yang ingin dilindungi oleh anak laki-laki di depannya itu.
Jika kau melihat dari sidut andang orang ketiga, saat dia menghabiskan waktu dengan orang itu, kau dapat memahami betapa dia peduli padanya.

 

Selama waktu itu, dia harus meninggalkannya————Itu tidak mungkin baginya, bahkan jika orang lain adalah seorang putri.

 

“……Daku mengerti. Maaf menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal.”

 

Emilia menyerah pada Julis dan mencoba berbalik dan pergi.
Tetapi—-

 

Cecilia akhirnya sampai di depan makhluk buas itu.

Perbedaan ukurannya begitu besar sehingga ia harus mendongak untuk melihat wajah binatang itu, dan Cecilia yang ramping akan terinjak-injak dalam sekejap.



"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!"

"Aku ngerti...... aku ngerti kok, Julis ......"



Cecilia memeluk kaki depan yang besar dan kokoh itu.



"Itu pedih, kan? Itu menyiksa, kan? Aku yakin Julis berusaha ngelindungin seseorang terus menjadi kaya gini....... Beneran deh, Julis itu baik banget. Biarpun dia sangat menderita sendiri."



Makhluk buas itu mengarahkan kaki depannya yang lain ke Cecilia, mencoba menarik Cecilia yang memeluknya menjauh.

────lalu.



"Eh!?"

"I, ini......"



Kaki depan itu berhenti tepat pada waktunya.

Cecilia tidak terluka, dan kaki depan itu berhenti tanpa tanda perlawanan.

Namun penderitaan itu muncul dalam bentuk teriakan.



"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!"



Tetapi.



"Aku belum bisa balas budi sama Julis buat segalanya...... Julis selalu ngelindungi aku, tapi aku terus banyak ngerepotin Julis.────Cuma ini yang bisa aku lakuin buat Julis sekarang."



Cecilia menguatkan lengannya yang memeluk kaki depan itu.

Ia ingin kehangatannya dirasakan, ia ingin perasaannya tersampaikan.

Cecilia tersenyum lembut pada makhluk buas itu, mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa sekarang, bahwa dia tidak perlu berusaha terlalu keras.



"Aku bakal ada di sisi Julis...... sepanjang waktu, sepanjang masa. Julis ngga cocok sama penampilan kaya gitu, tahu? Kalo kamu balik lagi ke Julis yang biasanya, yang konyol, yang bisa diandalin, sama yang lembut.────Aku bakal seneng banget."

“Yah, tunggu dulu.”
“Eh?”

 

Emilia secara refleks berbalik.
Kemudian Julis mengeluarkan kristal kecil dari sakunya dan melemparkannya ke Emilia.

 

“…… Ini?”

 

Emilia menangkap kristal kecil itu dengan kedua tangan dan mengintip isinya yang transparan dengan rasa ingin tahu.

 

“Itu perangkat magis yang ngirim sinyal darurat ke tujuan yang udah ditentuin. Kalo kamu mau diserang, hancurin sekuat tenaga————terus aku bakalan berlari ke arahmu.”

 

Mata Emilia melebar mendengar ucapan Julis.

 

“Ngga mungkin buatku mengawal sepanjang waktu, tetapi kalo Emilia mau diserang, seenggaknya aku bisa bantu.”
“K, kenapa…?”

“Kaya yang aku omongin sebelumnya, aku bukan orang suci. Kalo ada, aku malah seorang penyihir jahat yang udah menguasai dosa mematikan————tapi aku tidak begitu malas untuk ninggalin seorang gadis dalam bahaya pas aku tahu dia dalam bahaya. Selain itu, aku punya hutang budi soalnya kamu udah bantu Cecilia hari ini.”

 

Julia telah menguasai kekuatannya untuk melindungi orang terkasihnya dan agar tidak diejek.
Tentu saja, pada akar dari semua itu, ada juga “penyelamatan”————dan seperti halnya Mirabelle, dia memiliki hati untuk membantu mereka yang membutuhkan tepat di depannya.

 

“Tentu saja, Cecilia prioritas segalanya. Jangan salah paham, oke?”
“T, terima kasih banyak…!”

 

Emilia kemudian memegang kristal itu seolah-olah itu adalah harta karun, membungkuk hormat pada Julis dan berjalan pergi dengan cepat.
Ekspresi Emilia di akhir adalah salah satu kelegaan, dan dia tampak bahagia dan sedikit menyeka air mata.

 

“……Aku pikir ini bakalan cukup kalo aku cuma bisa nyelamatin Cecilia, tapi————kayaknya keserakahanku udah ngusain diriku.”

Our fanpage
Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

Membantu semua orang …… adalah keserakahan.
Seseorang hanya bisa membantu sebanyak mungkin orang yang bisa dia tangani. Tentu saja, jika kau membantu seseorang, orang lain akan dikorbankan.

 

Oleh karena itu, orang yang disebut pahlawan di dunia ini adalah simbol dari keserakahan.
Itulah yang Julis pikirkan.

 

Di belakang gedung kampus, tempat Emilia pergi, keluhan Julis tetap tidak terdengar.

 


[Bersambung]

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *