Penyihir Dosa Mematikan v1c17

Adjust font size:

Sang Penyihir Dosa Mematikan dari Akademi Sihir

Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

Sumber: https://kakuyomu.jp/works/1177354054918902919/

Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Tiba-tiba merasa hilang


 

 

“Ini tetep aja spektakuler gimanapun kau liatnya lagi……”

“Ee…… hampir sebesar gereja utama…….”

“Kami ngga punya bangunan sebesar ini di wilayah Elf……”

 

Setelah dihantar pergi oleh semua orang, Julis dkk. meninggalkan wilayah Anderberg dan pergi ke Akademi Sihir Kerajaan Lapis Lazuli, yang terletak di bagian barat ibukota kerajaan.
Dengan gerbang sekolah di depan mereka yang membuat ingin bertanya pada diri sendiri berapa banyak uang yang telah dihabiskan, kepala mereka hanya menoleh ke atas.

 

“……Aku bakalan ngabisin empat tahun di siniーーーーAku khawatir aku ngga akan bisa terbiasa sama ibukota.”

“Kalo kamu begitu, gimana sama aku? Maksudku, wilayah Elf ngga lebih baik dari wilayah Anderberg, kan?”

“Apa gitu?”

“Ya, di wilayah Elf sebagian besarnya itu hutan. ……Elf lahir dan tumbuh di hutan.”

 

Karena alasan itu, bagi Mirabelle, pergi ke luar saja sudah merupakan terbukanya jendela hal-hal yang tak biasa.
Hanya dengan mengunjungi ibukota kerajaan dan berjalan-jalan, semuanya terasa segar bagi Mirabelle.

 

“Kalo gitu, yuk kita pergi lihat pembagian kelasnya?”

“Ya, yuk! Aku bakalan seneng deh kalo bisa sekelas sama kalian berdua!”

“Aku juga, bakalan menyenangkan kalo sekelas sama kalian berdua.”

 

Sambil bertukar kata, Julis dkk. akhirnya melangkah dari gerbang.
Tanah Akademi Sihir Kerajaan sangat luas, dan memakan jarak hanya untuk berpindah dari satu gedung ke gedung lainnya.

 

Oleh karenanya, mereka perlu berjalan cukup jauh untuk ke papan buletin tempat pembagian kelas dipasang.
Kemudian, Julis dkk. tiba di depan papan buletin dimana disan kerumunan besar berkumpul.

 

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

“……ini kayanya ngga bakal gampang.”

“Eee…… Julis, bisa kamu lakuin sesuatu?”

“Jangan konyol deh.”

 

Teknik sihir Julis tidak mahakuasa.
Sayang sekali dia belum menemukan teknik yang memungkinkan dia untuk dengan mudah melihat pengumuman di kerumunan.

 

“Eh? Aku bisa lihat, padahal?”

“Beneran, Mirabelle-han?”

“Perubahan nada tiba-tiba itu ngagetin, tapi…… yah! Gimanapun juga! Elf terlahir punya telinga sama mata yang bagus!”

 

Julis menatap Mirabelle yang dengan bangga membusungkan dadanya dan yakin telinganya panjang karenanya.
Padahal mungkin tidak ada hubungannya sama sekali.

 

“Kalo gitu, kita bakal masuk kelas mana?”

 

Menanggapi pertanyaan Cecilia, Mirabelle dengan cepat mengangkat tangannya ke atas matanya dan melihat papan buletin.

 

“Coba lihat, pertama-tama, Cecilia-chan masuk kelas S, terus aku juga…… Ah! Julis-kun juga masuk kelas S!”

“Oo~h, jadi kita semua sekelas ya kalo gitu.”

“Hore, Julis! Kita semua sekelas!”

“Maaf, Mirabelle……. kayanya kita bakal bareng terus, bahkan sampe pas kita mandi sama tidur! Hebat, kan!”

“M, mandi!?”

“K, kita ngga bakal bareng-bareng sampe sejauh itu.”

 

Lelucon Julis membuat mereka berdua tersipu.
Tampaknya, keduanya memiliki kesadaran kegadisan yang sangat kuat.
Melihat ini, Julis tersenyum jahat, seolah-olah itu layak untuk menggoda.

 

At the training ground where the members of the knight order practiced hard.
As an instructor, I was teaching swords to all the Knights.

"Then, the next step is to swing the sword a thousand times. You won't improve just by swinging blindly. You need to imagine the opponent's movement."
""A, thousand times?""
"Kaizer-san. Are you sure you not making a mistake one digit?"
"Oh, right."
"Hoo~..."
"When I and Elsa were in the village, we used to swing 10,000 times a day, but, you guys won't be done until the day changes, will you?
""You misinterpret the word mistake on one digit, are you?""

The standard of my and Elsa's training was probably too high, and most of them couldn't follow even the light menu.

"Come on, you'd better hurry up or it's going to get dark."

I clapped my hands and urged them.
The knights began to swing their swords while screaming.
As the warming up, they were running ten times around the training ground with their armor on, few of them could swing their swords properly.

"Is Knight Commander Elsa doing this training from an early age..."
"I thought she was a genuine genius swordsman.....that's why she's so strong.. we didn't even reach half effort she did."
"Either Kaizer-dono or Knight Commander Elsa is outrageous..."

I saw the helpless knights and mumbled.

"Umm. Looks like our normal isn't everyone's normal.''
"I was surprised when I came to the royal capital, because the training of the Knights, which was known to be tough, was felt only in lukewarm water. The training I had done with chichiue was, to most people, out of the norm."

Elsa murmured next to me.

"I didn't mean to be particularly strict...."
"I think so, too"

The knights couldn't endure the training and exhausted. Then one by one, they fell like a broken doll.
But, one person among them――.

“A, ayo ganti topik pembicaraan, tapiーーーー entah kenapa ada lebih sedikit orang di kelas S daripada di kelas lain, …… apa artinya itu ya?”

“……Entah~?”

“Aku juga ngga tahu.”

 

Julis dan Cecilia, yang belum diberitahu tentang akademi atau apa pun, memiringkan kepala mereka.

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

Mirabelle melihat papan buletin dan melihat ada enam kelas, kelas A hingga E dan S.
Masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. Namun, kelas S hanya memiliki setengah dari jumlah itu, hanya 20 siswa.

 

Jadi apa artinya?
Mereka tidak akan tahu, setidaknya untuk saat ini.

 

“Sekarang ayo ke kelas dulu. Aku cukup yakin kalo kita harusnya kumpul di kelas begitu kita lihat pembagiannya, kan?”

“Itu juga yang aku pikir!”

 

Tidak ada gunanya menunggu di sekitar sini.
Jadi Julis dkk. meninggalkan tempat itu untuk pergi ke ruang kelas S.

 

“Aku belum pernah ke …… akademi sebelumnya, jadi aku menantikan ini!”

 

Cecilia tersenyum bahagia di sebelah Julis.
Ekspresi wajahnya begitu indah sehingga Julis tidak bisa tidak mengaguminya.

 

“Kamu bener…….”

 

Tapi Julis hanya tersenyum melihat ekspresi itu.

 

 

 

♦️♦️♦️

 

 

 

“Ini kelas S ……, kan?”

“Kayanya gitu. Ada papan “S” di pintu.”

“Kalo gitu, ayo masuk!”

 

Julis dkk tiba di ruang kelas kelas S.
Jaraknya cukup jauh ke gedung tempat kelas itu berada, dan mereka hampir tersesat.

 

Dan ketika mereka akhirnya tiba di kelas kelas S, mereka menemukan bahwa itu entah bagaimana terpisah dari kelas lain.

 

Tapi tidak ada gunanya mengkhawatirkannya.
Dengan pemikiran itu, Julis membuka pintu kelas.

Cecilia akhirnya sampai di depan makhluk buas itu.

Perbedaan ukurannya begitu besar sehingga ia harus mendongak untuk melihat wajah binatang itu, dan Cecilia yang ramping akan terinjak-injak dalam sekejap.



"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!"

"Aku ngerti...... aku ngerti kok, Julis ......"



Cecilia memeluk kaki depan yang besar dan kokoh itu.



"Itu pedih, kan? Itu menyiksa, kan? Aku yakin Julis berusaha ngelindungin seseorang terus menjadi kaya gini....... Beneran deh, Julis itu baik banget. Biarpun dia sangat menderita sendiri."



Makhluk buas itu mengarahkan kaki depannya yang lain ke Cecilia, mencoba menarik Cecilia yang memeluknya menjauh.

────lalu.



"Eh!?"

"I, ini......"



Kaki depan itu berhenti tepat pada waktunya.

Cecilia tidak terluka, dan kaki depan itu berhenti tanpa tanda perlawanan.

Namun penderitaan itu muncul dalam bentuk teriakan.



"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!"



Tetapi.



"Aku belum bisa balas budi sama Julis buat segalanya...... Julis selalu ngelindungi aku, tapi aku terus banyak ngerepotin Julis.────Cuma ini yang bisa aku lakuin buat Julis sekarang."



Cecilia menguatkan lengannya yang memeluk kaki depan itu.

Ia ingin kehangatannya dirasakan, ia ingin perasaannya tersampaikan.

Cecilia tersenyum lembut pada makhluk buas itu, mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa sekarang, bahwa dia tidak perlu berusaha terlalu keras.



"Aku bakal ada di sisi Julis...... sepanjang waktu, sepanjang masa. Julis ngga cocok sama penampilan kaya gitu, tahu? Kalo kamu balik lagi ke Julis yang biasanya, yang konyol, yang bisa diandalin, sama yang lembut.────Aku bakal seneng banget."

 

Laluーーーー

 

[……Hei, Nona Dara Suci ada di sini?]

[Beneran? ……jadi rumor itu benar.]

[Dan bukankah yang di sebelahnya itu elf?]

 

Begitu mereka melihat Cecilia dan Mirabelle, kelas mulai riuh.
Seorang dara suci, satu dari hanya tiga di dunia, dan elf yang jarang meninggalkan wilayah elf, yang merupakan peristiwa yang tidak biasa, tidak heran semua orang penasaran.

 

Tapiーーーー

 

[Tapi kenapa nirbakat juga ada di sini?]

[Dia mungkin hanya pendamping, kan? Soalnya, tak mungkin nirbakat bisa masuk ke kelas Sーーーー atau bahkan, menghadiri akademi, kan.]

[Apa dia tak malu berada di sini?]

 

Di sisi lain, Julis diperlakukan dengan cara yang berbeda.
Yah, jika Julis menginjakkan kakinya di tempat seperti ini, tidak heran jika orang berpikir demikian.

 

Karena ada banyak putra-putri bangsawan yang tahu bahwa Julis adalah nirbakat berkumpul di sini.
Ketika Julis melihat sejumlah wajah yang dikenalnya, dia menjatuhkan bahunya.

 

Selain itu, ia menemukan satu orang yang unik.
Dia memiliki rambut perak yang tersapu diatas wajahnya, dan wajah yang elok yang menyampaikan suasana anggun dan martabat agung yang dia pancarkan.

 

(Mengapa ada putri ketiga di sini……)

Our fanpage
Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

Wajah yang akan dikenali oleh setiap rakyat Lapis Lazuli.
Dia adalah putri ketiga dari raja saat ini, dan orang yang dicintai oleh rakyat.

 

[Emilia Lapis Lazuli.]

 

Dia tidak bisa melakukan kontak mata dengan orang itu, karena dia dikelilingi oleh banyak bangsawan.

 

(Sekelas sama tokoh puncak negara di sini di awal…… Ayah, aku bakalan kena gangguan mental sekarang nih……)

 

Julis mengirim kata-kata kesedihan kepada ayahnya saat dia memikirkan apa yang akan terjadi.

 


 

[Bersambung]

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *