Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

Penyihir Dosa Mematikan v1c13

Adjust font size:

Sumber: https://kakuyomu.jp/works/1177354054918902919/
Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Julis tidak akan mentolerir siapa pun yang menyakiti orang yang dicintai dan teman-temannya.


 

“Jadi, Mirabelle-san, kamu juga daftar di Akademi Sihir Kerajaan!”

“Tapi aku belum diterima! Juga……, apakah itu artinya Cecilia-chan sama Julis-kun juga?”

“Yah, macem itu. Omong-omong, Cecilia udah diterima.”

“Tidak mungkin!? Luar biasa, Cecilia-chan……”

“Di kasusnya aku, aku ngga perlu ngikutin ujian masuk……”

 

Setelah meninggalkan penginapan yang mereka sewa untuk membaringkan Mirabelle, Julis dkk. sekarang berjalan melalui pasar kota.
Ada senyum di wajah orang-orang yang lewat, dan hiruk pikuk pasar ini tampak jelas.

 

Mereka berada di dalam wilayah Miller, beberapa puluh kilometer jauhnya dari wilayah Anderberg.
Untuk keluarga Anderberg, ini adalah wilayah Duke of Miller, yang berteman baik dengan mereka.

 

“Dara Suci gitu lho, ya kan? Jadi ada situasi semacem itu, ya?”

“Eee……. Aku ngarepnya aku bisa ngikutin ujian juga.”

“Ujian itu bakal kelewat berat buat kamu……”

 

Sebagai dara suci, Cecilia pada dasarnya bertanggung jawab atas dukungan logistik.
Dia menyembuhkan anggota yang terluka di area aman————jadi dia tidak bergabung dalam pertarungan, melainkan memberikan dukungan. Jadi, ketika datang ke ujian yang Julis ambil kali ini, tidak peduli berapa banyak berkah yang ia terima dari sang dewi, dia akan kalah dari siswa yang lebih berpengalaman.

 

……Nah, sebelum itu, Cecilia sangat tidak kompeten secara atletis.

 

“Tapi kalo itu Julis-kun, kamu pasti lulus! Lagian, kamu kuat benget! Kalo kamu ngeluarin mulut-mulut itu, kamu pasti bakal menang sekejap aja!”

“……Kalo gitu, aku ngga bakal berenti sampe aku ngelahap semua bagian lawanku————Apakah itu keliatan baik-baik aja?”

“Apa itu benar-benar menakutkan sampe segitunya……?”

 

Pipi Mirabelle berkedut mendengar pernyataan Julis.
Benda hitam itu tidak akan berhenti sampai semua bagian dari mangsanya benar-benar terlahap. Jika itu masalahnya, menggunakannya dalam ujian akan memastikan bahwa siswa lain akan terlahap.

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

Dia benar-benar senang bahwa dia bukan target.

 

(Eh ……, tapi apa Mirabelle ada di ruang ujian juga?)

 

Jika ada seorang gadis elf, dia akan menyadarinya.
Namun, Julis tidak menyadarinya saat itu.

 

(……Mungkin aja ujiannya dibagi jadi beberapa kali)

 

Kalau demikian, itu masuk akal.
Julis segera menepis pertanyaan yang muncul dari benaknya.

 

“Omong-omong, apa yang bakal dilakuin Mirabelle sekarang? Kalo kami, kayaknya kami bakal pulang saja…”

“Ummm…… aku bisa aja balik ke wilayah elf, tapi jujur, aku ngga yakin. Kalo aku keterima, aku mesti balik lagi ke akademi, jadi aku mikir buat tinggal di sini. di suatu tempat yang ramah ke para elf.”

 

Akademi Sihir Kerajaan adalah sekolah asrama.
Setelah diterima, kau akan menghabiskan kehidupan sekolah di kamar yang ditetapkan.

 

Agak sulit bagi situasi keuangan Mirabelle untuk pergi ke sekolah lagi dari wilayah Elf, di mana transportasinya saja cukup mahal.
……Oleh karenanya, dia mencoba kembali ke wilayah elf dengan berjalan kaki.

 

“Yah, perlakuan ke para elf berubah dari satu tempat ke tempat lain, sih……”

 

Julis melihat sekeliling.

 

Orang-orang yang lewat dan para pemilik toko melirik mereka dengan mata ingin tahu.
Mereka pasti melihat Cecilia dan Mirabelle.

 

Elf adalah ras yang jarang meninggalkan wilayahnya. Itu sebabnya mereka sering terlihat aneh begitu mereka pergi ke luar.

At the training ground where the members of the knight order practiced hard.
As an instructor, I was teaching swords to all the Knights.

"Then, the next step is to swing the sword a thousand times. You won't improve just by swinging blindly. You need to imagine the opponent's movement."
""A, thousand times?""
"Kaizer-san. Are you sure you not making a mistake one digit?"
"Oh, right."
"Hoo~..."
"When I and Elsa were in the village, we used to swing 10,000 times a day, but, you guys won't be done until the day changes, will you?
""You misinterpret the word mistake on one digit, are you?""

The standard of my and Elsa's training was probably too high, and most of them couldn't follow even the light menu.

"Come on, you'd better hurry up or it's going to get dark."

I clapped my hands and urged them.
The knights began to swing their swords while screaming.
As the warming up, they were running ten times around the training ground with their armor on, few of them could swing their swords properly.

"Is Knight Commander Elsa doing this training from an early age..."
"I thought she was a genuine genius swordsman.....that's why she's so strong.. we didn't even reach half effort she did."
"Either Kaizer-dono or Knight Commander Elsa is outrageous..."

I saw the helpless knights and mumbled.

"Umm. Looks like our normal isn't everyone's normal.''
"I was surprised when I came to the royal capital, because the training of the Knights, which was known to be tough, was felt only in lukewarm water. The training I had done with chichiue was, to most people, out of the norm."

Elsa murmured next to me.

"I didn't mean to be particularly strict...."
"I think so, too"

The knights couldn't endure the training and exhausted. Then one by one, they fell like a broken doll.
But, one person among them――.

 

Dan di beberapa tempat, mereka diperlakukan dengan buruk.
Hal ini terutama berlaku di wilayah yang diperintah oleh bangsawan yang tidak menyukai ras lain dan menganut supremasi ras manusia.

 

Terlebih lagi, elf terkenal dengan kerupawanannya.
Itu sebabnya tidak jarang mereka diculik demi uang.

 

Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

“Kalo gitu kenapa kamu ngga tinggal di sini aja? Ini wilayah Duke Miller, disini aman sama rasismenya cuma dikit, Gimana?”

“Kamu benar…… Ya, aku pikir aku bakal tinggal di sini!”

 

Setelah mendengarkan saran Julis, Mirabelle memutuskan untuk tinggal di sini.
Satu-satunya hal yang tersisa untuk dilakukan adalah mencari tempat tinggal yang murah.

 

“Jadi di sini kita bakal ngucapin selamat tinggal……. Agak sedih sih, padahal kita sudah menjadi teman baik.”

“Tapi kalau aku diterima, kita bisa ketemu lagi! Gimanapun, kita itu teman!”

“Bener……. Ya! Kamu bener! Kita bakal ketemu lagi!”

 

Wajah Cecilia sedih sesaat, tapi kemudian langsung berubah cerah.
Bagi Cecilia, suatu kebahagiaan bisa bertemu dengan seseorang yang telah berteman dengannya lagi.

 

“Kalo gitu, kita masih punya waktu. Jadi, ayo kita jalan-jalan lagi————”

“Kau! Apa yang kau lakukan pada diriku? Aku adalah anggota keluarga Count, tahu!”

 

Tepat ketika Julis hendak menyelesaikan ucapannya, dia tiba-tiba mendengar suara dari tengah jalan.
Ketika dia mengalihkan pandangannya dengan rasa ingin tahu, dia bisa melihat bahwa orang-orang di sekitar sana berdengung dan menegang.

 

“……Ada apa ya disana, aku penasaran?”

“Okesip, ayo gih pulang aja.”

 

Saat Cecilia mengungkapkan rasa penasarannya, Julis berbalik.
Butuh waktu kurang dari satu detik. Ini secepat mantra Superbia.

 

“Ummm… mau kemana, Julis-kun?”

“Lepasin aku, Mirabelle……. Kalo kita ngga segera pergi dari sini, Cecilia bakal campurin urusan orang————”

“Permisi, apa yang terjadi di sini? ————Eh, apa yang kamu lakukan!?”

“Cecilia-chan udah pergi ke tempat bising itu, tahu?”

“……”

 

Julis bingung dengan perilaku Cecilia.

 

(Sial ……, aku ngga bisa tepat waktu ……)

 

Cecilia selalu berusaha untuk terlibat setiap kali ada keributan.
Itu adalah tindakan berdasarkan niat————Mungkin ada orang yang membutuhkan bantuan, jadi dia harus membantu mereka.

 

Cecilia akhirnya sampai di depan makhluk buas itu.

Perbedaan ukurannya begitu besar sehingga ia harus mendongak untuk melihat wajah binatang itu, dan Cecilia yang ramping akan terinjak-injak dalam sekejap.



"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!"

"Aku ngerti...... aku ngerti kok, Julis ......"



Cecilia memeluk kaki depan yang besar dan kokoh itu.



"Itu pedih, kan? Itu menyiksa, kan? Aku yakin Julis berusaha ngelindungin seseorang terus menjadi kaya gini....... Beneran deh, Julis itu baik banget. Biarpun dia sangat menderita sendiri."



Makhluk buas itu mengarahkan kaki depannya yang lain ke Cecilia, mencoba menarik Cecilia yang memeluknya menjauh.

────lalu.



"Eh!?"

"I, ini......"



Kaki depan itu berhenti tepat pada waktunya.

Cecilia tidak terluka, dan kaki depan itu berhenti tanpa tanda perlawanan.

Namun penderitaan itu muncul dalam bentuk teriakan.



"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!"



Tetapi.



"Aku belum bisa balas budi sama Julis buat segalanya...... Julis selalu ngelindungi aku, tapi aku terus banyak ngerepotin Julis.────Cuma ini yang bisa aku lakuin buat Julis sekarang."



Cecilia menguatkan lengannya yang memeluk kaki depan itu.

Ia ingin kehangatannya dirasakan, ia ingin perasaannya tersampaikan.

Cecilia tersenyum lembut pada makhluk buas itu, mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa sekarang, bahwa dia tidak perlu berusaha terlalu keras.



"Aku bakal ada di sisi Julis...... sepanjang waktu, sepanjang masa. Julis ngga cocok sama penampilan kaya gitu, tahu? Kalo kamu balik lagi ke Julis yang biasanya, yang konyol, yang bisa diandalin, sama yang lembut.────Aku bakal seneng banget."

“Haah….”

 

Julis menghela nafas dan tidak punya pilihan selain pergi ke sumber keributan itu.

Dan untuk Mirabelle, dia mengikutinya.

 

♦♦♦

 

Saat Julis mendekati sumber keributan, dia menemukan Cecilia melindungi seorang gadis kecil.
Gadis kecil itu menangis, memegangi cangkirnya, dan dia memiliki memar besar di lengannya.

 

Dan ada seorang pria pendek dan gemuk berdiri di sana.
Ada bekas basah di pakaian indahnya dari semacam cairan————Mungkin minuman gadis itu mengenai pakaiannya.

 

“Itu sebabnya anak ini meminta maaf! Kenapa kamu tak bisa memaafkannya saja?”

“Orang biasa rendahan itu mengotori pakaianku! Bagaimana bisa aku memaafkannya?”

“Itu tak berarti kamu bisa menggunakan kekerasan terhadap gadis kecil seperti dia! Dewa tidak akan mengizinkannya!”

 

Keributan itu semakin lama semakin keras.
Tapi tidak seorang pun kecuali Cecilia yang berusaha menghentikannya. Itu sama dengan para ksatria di sekitar pria gemuk pendek itu.

 

“……itu bener payah, buat ngangkat tangan ke seorang gadis kecil.”

“Ya …… Aku setuju.”

 

Julis setuju dengan kata-kata Mirabelle.
Jika apa yang dikatakan benar, tindakan pria itu pasti yang terburuk.

 

Namun, pihak lain telah menyebutkan bahwa dia adalah anggota keluarga Count.
Jika seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak pantas, mereka mungkin akan dihukum.

Our fanpage
Aku Suka Web Novel - tresnokoe[dot]xyz - Web Novel Translation

 

Karena itulah Julis menganggapnya merepotkan, tapi dia tidak bisa meninggalkan Cecilia sendirian, jadi dia mendekati pusat keributan.

 

“Saya minta maaf atas perilaku kasar orang-orang saya.”

“……Hm? Siapa kau?”

“Saya putra sulung Viscount Anderberg…… Julis Anderberg.”

 

Julis menyela antara Cecilia dan pria itu untuk menyelesaikan masalah ini secara damai.
Pada saat yang sama, Julis menundukkan kepalanya ke orang yang tidak dikenal itu.

 

“Hmph! Apa yang kau pikir kau lakukan di sini, anak viscount!? Aku sedang berbicara dengan dia sekarang! Dan aku akan membuatnya membayar untuk mengotori pakaianku!”

“Bisakah anda memaafkannya untuk itu? Gadis kecil ini tidak bermaksud jahat————”

“Itu tidak ada hubungannya dengan itu! Dia tidak menghormatiku ketika dia mengotori pakaianku!”

 

Pria itu sama sekali tidak mendengarkan kata-kata Julis.
Frustrasi Julis tumbuh ketika dia menyadari betapa merepotkan situasi ini.

 

“Ini adalah keputusan akhir! Aku, seseorang dari keluarga Count, akan menghukum————Mmm? Apakah yang ada di sana adalah elf?”

 

Pria yang marah itu tiba-tiba melihat Mirabelle di samping Julis.
Kemudian, dengan senyum vulgar di wajahnya, dia————

 

“Kau, jadi wanitaku! Terhormatlah bahwa kamu menjadi wanitaku, putra Count Gridd! Dan wanita pirang di sana itu juga, jadi wanitaku!”

“……Apa?”

(……Aa?)

 

Mirabelle dan Julis membeku mendengar ucapan tiba-tiba pria itu.

 

Apa-apan yang diucapin sama baj*ngan s*alan ini tiba-tiba? Pikir Julis, tetapi pria itu menatap Mirabelle dengan matanya yang kotor dan menjijikkan.

 

“Kau tak bisa menolak! Hei, kalian! Cepat bawa wanita elf dan wanita pirang itu!”

“””BAIK!!!”””

“J, jangan…!”

 

Atas perintah pria itu, para ksatria yang telah berdiri di sekitar mulai bergerak.
Melihat ini, suara ketakutan keluar dari mulut Mirabelle.

 

Julis, yang ada di dekatnya, tentu saja menangkap suaranya

 

Dan————

 

*BOOOOMMM!!!*

 

“GOBUH!!!”

 

Dengan suara benturan yang keras, pria gemuk pendek itu meninggalkan suara seperti itu dan terbang jauh.
Dalam sekejap, pria gemuk pendek itu menghilang dari tempat kejadian. Ketika Julis melihat ke arah dia terbang, dia melihatnya terkubur di barang-barang, berdarah dari hidungnya.

 

“Kelewat sombong amat kau mau ambil Mirabelle, padahal dia ngga mau————Itu kelewatan serakah. Lakuin hal macem itu di tempat lain.”

 

Sementara itu, Julis berdiri dengan tidak hormat di tempat pria itu berdiri sebelumnya.
Urat biru muncul di dahinya, jelas menunjukkan dia sangat marah.

 

“Kau ngga bisa gitu aja nyaba gangguin Cecilia sama Mirabelle di depan mataku terus bebas apa adanya————DASAR KAU BABI HINA!”

 

 

 

Julis, yang menggunakan mantera Superbia, tidak akan mentolerir mereka yang menyakiti orang yang dicintai dan teman-temannya.

 


 

[Bersambung]

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *